CME FK UII Adakan Pelatihan Melalui Kuliah Terarah

IMG-20160924-WA0013

Kaliurang (UIINews) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia melalui Unit Continuing Medical Education (CME) berkerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) mengadakan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) pada tanggal 25-27 Maret 2016 bertempat di kompleks gedung Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia jalan Kaliurang km 14.5 Yogyakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 32 orang dokter lulusan dari berbagai perguruan tinggi negeri dengan prosentase terbesar berasal dari dokter alumni FK UII, beberapa peserta berasal dari UNHAS, UMI Makasar, UGM dan UMY.
Pelatihan ACLS ini berlangsung secara intensif selama 3 hari dengan melalui kuliah terarah, diskusi interaktif, dan kerja tim, serta pelatihan keterampilan dalam skill station dan megacode dengan menggunakan alat-alat simulator yang paling modern. Materi dari pelatihan ini berisikan materi Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar), Airway Management dan Advanced Cardiac Life Support (Bantuan Hidup Lanjut). Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan bekal pengetahuan serta keterampilan bagi tenaga medis terutama Dokter agar dapat menangani secara komprehensif kegawatdaruratan jantung yang dialami pasien di pelayanan medis.
Kegawatdaruratan jantung termasuk henti jantung, renjatan (syok), dan gagal jantung akut adalah penyulit yang menyebabkan angka kematian yang tinggi pada penderita sindrom koroner akut, khususnya infark miokard akut. Kematian ini bisa terjadi di luar rumah sakit maupun setelah masuk perawatan di rumah sakit. Antisipasi dan tindakan yang cepat yang tepat dalam menit-menit pertama oleh tenaga-tenaga terlatih akan mengurangi kemungkinan terjadinya henti jantung, renjatan, dan gagal jantung akut. Edukasi penderita penyakit jantung dan pembuluh darah dan publik akan membuat mereka lebih cepat mencurigai dan menyadari kemungkinan serangan jantung sehingga lebih cepat mencari pertolongan.
Kedepannya pelatihan ACLS ini akan terus dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia agar kualitas pelayanan dokter kepada pasien kegawatdaruratan jantung makin baik sehingga diharapkan juga angka kematian akibat kegawatdaruratan jantung dapat menurun. ABT/Tri