Setiap Tahun Penyakit Jantung di Indonesia Cenderung Meningkat

image00

image00

Foto Wibowo :  Peserta seluruh dunia, panitia, dan pembicara bersatu padu mendokumntasikan diri untuk peduli terhadap penyakit jantung, seuasai International Programe selesai.

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Kedokteran (UII News) ‚Äď ¬†Prevalensi penyakit jantung di Indonesia rata-rata 9,2%, dengan prevalensi tertinggi mencapai 16,9% di Sulawesi Tengah dan prevalensi terendah di Lampung dengan angka 3,5%. Prevalensi bisa mencapai 17,3% pada usia 65 tahun. Insiden penyakit jantung setiap tahun di dunia cenderung meningkat serta kondisi di Indonesia.

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Hal tersebut disampaikan oleh dokter Putrya Hawa, M.Biomed selaku ketua panitia penyelenggara Scientific Programe ‚ÄėInternational Conference on Cardiovascular Disease ; Integrated approach from Basic, Clinical Sciences, Public Health and Bioethics (CVD-IA) 2016‚ÄĚ yang diselenggarakan di auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir, Senin-Selasa, 16-17 Mei 2016 / 09-10 Syaban 1437 H dengan menghadirikan pembicara dari ¬†dalam dan luar negeri.

        Adapun para pemateri dari luar negeri, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) menghadirkan Keiichiro Yoshina, M.D., Ph.D, F.A.A.C dari National Insttue of Radiological Science, Chiba, Hokkaido University, Japan. Selanjutnya ada Prof. Dr. Abdul Rashid abdul Rahman, Ph.D dari CUMCS Malysia, An Nur Hospital, Selangor, Darul Ehsan, Malysia, ada pula dari Pakistan yaitu Prof.Dr. Mohammad Iqbal Khan, MD.

        Menurut dokter Putrya, seminar ini sangatlah penting, karena nomor satu penyebab kematian di antara penyakit tidak menular adalah penyakit kardiovaskular. Menurut WHO penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung iskemik dan gagal jantung.

‚ÄúOrang meninggal setiap tahun dari CVDs, diperkirakan 31% dari seluruh kematian di seluruh dunia. WHO melaporkan jumlah kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung setiap tahun mencapai 17,5 juta. Kematian akibat stroke dan penyakit jantung koroner bisa mencapai 80%. Hampir 75% dari kematian akibat penyakit kardiovaskular terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular, penyakit jantung terutama koroner dan stroke diperkirakan akan terus meningkat menjadi 23,3 juta kematian pada tahun 2030‚ÄĚ, demikian katanya.

Lebih lanjut ditambahkan bahwa secara umum, penyakit dan darah jantung pembuluh yang terkait dengan proses aterosklerosis akibat diabetes mellitus, hipertensi, sindrom metabolik dan hiperkolesterolemia, dan obesitas. Faktor risiko lain untuk penyakit jantung adalah usia, faktor genetik, jenis kelamin, merokok, stres, diet yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas atau berolahraga. Prevalensi penyakit jantung di Indonesia rata-rata 9,2%, dengan prevalensi tertinggi mencapai 16,9% di Sulawesi Tengah dan prevalensi terendah di Lampung dengan angka 3,5%. Prevalensi bisa mencapai 17,3% pada usia 65 tahun. Insiden penyakit jantung setiap tahun di dunia cenderung meningkat serta kondisi di Indonesia.

Dengan konferensi internasional ini atau seminar yang diselenggarakan oleh Faculty of Medicine (FM)  UII untuk berkontribusi pada pencegahan penyakit kardiovaskuler melalui pendekatan terpadu dan holistik mulai dari ilmu pengetahuan dasar, klinis, sosial, komunitas, agama dan Bioetika, kata dokter Puty.

“ Hal ini sangat penting untuk mengambil inisiatif untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular bagi individu, keluarga dan orang-orang di sekitar. Untuk mengendalikan meningkatnya insiden penyakit, kematian dan cacat akibat penyakit kardiovaskular, upaya pencegahan perlu dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala dan risiko penyakit kardiovaskular sehingga dapat menentukan langkah-langkah pencegahan yang tepat, demikian kontribusi ilmiah dari FK UII untuk negeri, kata dokter Puty. Wibowo/Tri